Sabtu, 4 Feb 2012
Hari ini adalah hari persiapan pergi ke
lapangan untuk melakukan Pendidikan Dasar, sebelum menjadi anggota Mapala UMSU.
Kami berangkat dari kampus sekitar pukul 10.00 wib dan tiba sekitar pukul 11.00
wib, lalu kami melanjutkan perjalanan melalui pinggiran jalan menuju desa
Penen. Baru kali ini jalan sampai sejauh ini, dengan menghabiskan waktu
perjalanan 7jam, dari pukul 11.00 sampai 17.00 wib. Ketika sampai di desa Penen
kami melakukan rafling , rafling kali ini merupakan pengaplikasian dari materi rock climbing dan latihan yang kami
lakukan di wall. Awalnya aku sempat takut melihat curam yang dalam yang akan kami turuni,
tapi setelah dilakukan perasaan takut itu hilang. Sesampainya di bawah kami
ketemu mulut gua. Sekitar pukul 18.00 wib, kami di suruh beristirahat dan
membangun bivak, membuat bivak tak semudah yang aku kira, harus ada teknik-tekniknya,
dari sini juga kami mendapatkan ilmu. Sekitar pukul 19.30 wib kami makan malam
dengan menu indomie dan sarden. Baru kali ini aku merasakan tidur di alam
terbuka, rasanya aneh tapi menyenangkan. Begitu banyak ilmu yang aku peroleh
hanya dari waktu beberapa jam tadi. Ilmu konservasi, interaksi penduduk,
kebersamaan dan menentukan arah.
Minggu, 5 Feb 2012
Pelatih berteriak “Juragan” , lalu kami
menjawab “Mapala UMSU”. Setiap kali aku menjawab kalimat “Mapala UMSU” rasanya
energiku bertambah. Kami diwajiblan bangun pukul 05.00 wib, lalu kami di
instruksikan untuk merapikan bivak dan sarapan sampai pukul 08.30 wib. Kemudian pukul 09.00 wib kami
mengaplikasikan materi caving, di goa Laminda, sebelah mulut goa tempat kami
beristirahat semalam. Kami melakukan pemetaan goa. Goanya begitu dalam
kira-kiraratusan meter kedalam. Baru kali ini aku masuk kedalam goa, aku
berjalan kesana kemari melihat dalam goa, rasanya begitu menakjubkan.
Perjalanan kami masih jauh, kami terus
berjalan dan sering berhenti, sampai kemudian tiba-tiba hujan turun, kami tetap
terus berjalan, akhrinya pukul 17.00 wib kami sampai di Negeri Suah. Kami diberi waktu sampai
pukul 19.30 wib untuk beristiraht dan memasak makan malam, kemudian kami di
instruksi untuk makan bersama di satu tempat. Aku merasakan kebersamaan dan
kekeluargaan.
Selama dua hari ini kami di tuntut untuk
menjaga etika, inisiatif dan kekluargaan. Ini baru haru kedua, masih ada
hari-hari berikunya. Aku berharap aku dan teman-teman lainya masih tetap sehat
dan mampu melewati Pendidikan Dasar ini sampai hari terakhir.
Senin, 6 Feb 2012
Kami bangun kesiangan, segalanya jadi
berantakan, kami di buru waktu, sampai akhirnya pelatih datang kami belum
selesai mem-packing barang-barang, tidak ada toleransi kami pun diberi hukuman. Hari ini kami
akan melanjutkan pengaplikasian materi rock climbing. Kami memanjat memanjat tebing yang berada tidak jauh
dari Negeri Suah itu, tepatnya aku tidak tahu. Sekitar pukul 10.00 wib kami
memulai pemanjatannya.
Setelah selesai rock climbing, kami beristirahat
sejenak kemudian melanjutkan pengaplikasian materi arung jeram. Kami di ajari
bagaimana berenang jeram, awalnya takut tapi setelah dilalui ternyata tidak
terlalu menakutkan. Kami melakukan berenang jeram kira-kira sekitar pukul13.30
sampai 16.00 wib. Lumayan melelahkan, pada saat berenang jeram kami banyak
melakukan kesalahan, karena itu merupakan kali pertamnya kami melakukan hal
itu. Hari ini tidak ada perjalanan tapi kegiatan yang kami lakukan seharian
cukup sangat menguras tenaga.
Selasa, 7 Feb 2012
Seperti biasa, bagun pagi pukul 05.00 wib
kemudian berolahraga. Hari ini kami melanjutkan perjalanan dan pengaplikasian
materi navigasi. Perjalanan pun dimulai pukul 08.10 wib. Kami menyebrang sungai yaitu dengan
menyebrang basah menuju Ketaruman, arus sungainya begitu deras, beberapa di antara kami
hanyut dan di rescue.
Perjalanan pun dilanjutkan dengan terus
melihat peta dan kompas. Medan yang kami laui terjal dan curam. Ternyata
menentukan arah itu cukup rumit, salah jalan bisa tersesat, apalagi kalau
sampai tidak punya peta dan kmopas. Sekitar pukul 17.00 wib kami sampai di
puncak Ketaruman, pemandangannya begitu indah, kami bisa melihat desa-desa yang
kami lalui, tapi sayangnya sesampainya disana kami malah diberi hukuman,
pelatih mengungkit-ungkit masalah menyebrang basah di sungai tadi, tapi tidak
apa-apa karena kami memang salah. Lalu kami turun untuk mencari tempat
beristirahat.
Semoga perjalanan besok tidak begitu
sulit, jadi kami bisa berjalan cepat dan tidak kena hukuman.
Rabu, 8 Feb 2012
Hari ini kami lebih sigap. Sekitar pukul
08.00 wib kami apel pagi dan melanjutkan perjalanan ke koordinat 1103, kami
tiba disana pukul 11.30 wib kemudian kami berjalan dan beristirahat di dekat
sungai pukul 12.15 wib. Setelah itu kami disuruh untuk mengeluarkan semua logistik
karena kami akan melakukan pengaplikasian materi survival. Sekitar pukul 17.00 wib kami sampai di tempat yang
dituju, disitu kami disuruh untuk mencari makanan - masak dan membangun shalter. Kami hanya menemukan
tumbuhan palem dan bambu muda. Suasana didalam hutan seperti orang primitif dan
kekurangan makanan membuatku sedih. Pukul 20.00 wib kami makan malam dan tidak
lama setelah itu dansis datang, kami curhat dan diberi nasihat lalu tidur.
Kamis, 9 Feb 2012
Hari keenam Pendidikan Dasar Mapala UMSU.
Kami bangun pukul 10.00 wib. Ternyata kami tidak dibanguni dan tidak
berolahraga, itu berarti tidak ada perjalanan, kami akan berada di tempat itu
untuk beberapa hari. Badanku terasa lemas, mungkin karena hanya makan sedikit.
We will survive !!
Baru kali ini merasakan hal seperti ini,
perasaan bercampur aduk ; capek, bosan tapi harus tetap bertahan, karena kami
bukanlah orang yang mudah patah semangat, walau sampai sebulan lagi pun dalam
kondisi survival seperti ini kami akan tetap bertahan.
Pukul 13.00 wib kami sudah harus selesai
masak makan siang tetapi kami baru menyelesaikannya pukul 14.00 wib. Untuk
menghidupkan apinya saja butuh waktu apalagi mencari makanan dan tempat untuk
memasaknya. Jadinya kami telat sejam. Pukul 16.00 wib, kami membuat trap dan membuat air. Sedikit susah karena aku
tidak mengerti cara membuat trap, sampai akhirnya pelatih datang dan menanyakan cara
kerja trapnya saja. Kami diberi waktu sampai pukul 20.00 wib untuk benarin shalter kami yang di anggap kurang safety oleh pelatih, mengambil air menggunakan kondom,memasak dan makan malam. Rasanya waktu yang diberikan tidak cukup, kami pun
bergegas melaksanakannya. Pada saat benarin shalter, tanganku ketancep duri yang besar, spontan aku
menangis dan kesal. Hari yang menyebalkan, aku benci keadaan tertekan dan penuh
emosi seperti ini, ingin cepat-cepat pulang.
Jumat, 10 Feb 2012
Pagi pukul 05.30 wib, kami bangun lalu
berolahraga, kemudian kami sarapan. Pukul 09.00 wib kami packing, hari ini kami
melanjutkan pengaplikasian survival, kemarin itu merupakn survival statis, kali ini kami akan melakukan survival dinamis. Kami berjalan diantara kebun-kebun warga, kami
mengambil buah-buahan dan tumbuhan lainnya yang bisa dimakan, kami mengambil
daun singkok, pakis, dan batang pisang yang muda. Kami terus berjalan sampai
desa terdekat, kemudian kami berhenti isoma di jambur desa tersebut. Bahan-bahan yang kami dapatkan selama perjalanan tadi
menjadi menu makan siang kami. Kami mencampu semuanya dan memasaknya. Kami
makan dengan lahap, karena kami semua sangat kelaparan. Setelah itu, kami
melakukan pengaplikasian materi Sosial Pedesaan, yaitu mendata desa dan
berinteraksi dengan warga. Pada saat berinteraksi dengan warga kami di beri
beras dan buah duku oleh warga, alhamdulilah bisa jadi makanan nanti malamnya.
Waktu menunjukan pukul 17.00 wib, kami dikumpulkan untuk beristirahat dan
membangun bivak. Tiba-tiba hujan turun deras, kami kehujanan, kami mengigil, aku menangis.
Derasnya hujan memperlambat kami membuat bivak. Aku tidak dapat berbuat apa-apa, tanganku yang terkena
duri itu bengkak, tidak bisa di gerakin, aku terus menangis, lalu kami
memutuskan untuk beristirahat sebentar di bawah matras, menggu hujan reda,
kemudian melanjutkan membuat bivaknya lagi. Aku merasa kejadian malam ini hal yang paling terberat yang kami
lalui selama bebrapa hari ini.
Sabtu, 11 Feb 2012
Hari kedelapan Pendidikan Dasar Mapala
UMSU. Sesuai instruksi seperti setiap harinya, bangun pagi, berolahraga, packing, sarapan pagi dan
bersiap-siap melanjutkan perjalanan berikutnya. Kami selesai lebih awal,
pelatih tidak kunjung datang, kami terus menunggu sambil berjemur mengeringkan
baju yang kami pakai selama tujuh hari tanpa berganti di badan itu. Baru kali
ini pelatih lama sekali datangnya tidak sesuai dengan waktu yang biasa, setelah
setengah jam menunggu pelatih tiba, dan kami melanjutkan perjalanan kembali.
Sepertinya jalan yang kami tempuh sangat
jauh, kami terus berjalan – istirahat sejenak, berjalan lagi, jalan dan terus
berjalan sampai aku merasakan sakit di kakiku, baru hari ini aku merasakan
kakiku sakit saat berjalan, aku berjalan sambil menangis diantara hujan yang
turun, tak ada yang tahu, tapi aku yakin semua teman-teman juga merasakan apa
yang aku rasa.
Ingin menyerah tapi aku malu untuk menyerah.
Hari mulai malam, kami beristirahat.
Mendirikan bivak di hujan yang deras. Kemudian tidur dengan baju yang basah.
Minggu, 12 Feb 2012
Aku sudah tidak tahu lagi kami berada dimana, waktu berjalan sangat lambat, setiap harinya kami melakukan kegiatan dan perjalanan. Aku sudah tidak mencatat lagi kegiatan yang kami lakukan hari itu, badanku remuk redam, aku mulai kelelahan, tidak tahu sampai kapan ini semua berakhir. Sampai pada suatu malam, saat kami beristirahat, kami di bangun kan dengan paksa, terburu-buru packing barang dan berlari-lari menuju suatu tempat. Aku mulai menyadari bahwa kami berada di Sibolangit. Sepertinya ini malam terakhir kami, terlihat banyak senior, dilakukannya upacara dan ternyata benar, malam itu adalah malam pelantikan kami.
9 orang Anggota Muda
MAPALA UMSU angkatan XVIII dengan nama angkatan
" CAKRA
NAVA"
- Sutriadi
- Shinta Ayu
- Rina Mariati
- Chintia Dewi Sukri
- Ayu Masria
- Wahyu Handoko
- Jepriansyah
- Sri Wulandari
- Abdul Rahim Harahap


.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar