Selasa, 15 Mei 2012

CERITA SELAMA PENDIDIKAN DASAR MAPALA UMSU



Sabtu, 4 Feb 2012
Hari ini adalah hari persiapan pergi ke lapangan untuk melakukan Pendidikan Dasar, sebelum menjadi anggota Mapala UMSU. Kami berangkat dari kampus sekitar pukul 10.00 wib dan tiba sekitar pukul 11.00 wib, lalu kami melanjutkan perjalanan melalui pinggiran jalan menuju desa Penen. Baru kali ini jalan sampai sejauh ini, dengan menghabiskan waktu perjalanan 7jam, dari pukul 11.00 sampai 17.00 wib. Ketika sampai di desa Penen kami melakukan rafling , rafling kali ini merupakan pengaplikasian dari materi rock climbing dan latihan yang kami lakukan di wall. Awalnya aku sempat takut melihat curam yang dalam yang akan kami turuni, tapi setelah dilakukan perasaan takut itu hilang. Sesampainya di bawah kami ketemu mulut gua. Sekitar pukul 18.00 wib, kami di suruh beristirahat dan membangun bivak, membuat bivak tak semudah yang aku kira, harus ada teknik-tekniknya, dari sini juga kami mendapatkan ilmu. Sekitar pukul 19.30 wib kami makan malam dengan menu indomie dan sarden. Baru kali ini aku merasakan tidur di alam terbuka, rasanya aneh tapi menyenangkan. Begitu banyak ilmu yang aku peroleh hanya dari waktu beberapa jam tadi. Ilmu konservasi, interaksi penduduk, kebersamaan dan menentukan arah.

Minggu, 5 Feb 2012
Pelatih berteriak “Juragan” , lalu kami menjawab “Mapala UMSU”. Setiap kali aku menjawab kalimat “Mapala UMSU” rasanya energiku bertambah. Kami diwajiblan bangun pukul 05.00 wib, lalu kami di instruksikan untuk merapikan bivak dan sarapan sampai pukul 08.30 wib. Kemudian pukul 09.00 wib kami mengaplikasikan materi caving, di goa Laminda, sebelah mulut goa tempat kami beristirahat semalam. Kami melakukan pemetaan goa. Goanya begitu dalam kira-kiraratusan meter kedalam. Baru kali ini aku masuk kedalam goa, aku berjalan kesana kemari melihat dalam goa, rasanya begitu menakjubkan.
Perjalanan kami masih jauh, kami terus berjalan dan sering berhenti, sampai kemudian tiba-tiba hujan turun, kami tetap terus berjalan, akhrinya pukul 17.00 wib kami sampai di Negeri Suah. Kami diberi waktu sampai pukul 19.30 wib untuk beristiraht dan memasak makan malam, kemudian kami di instruksi untuk makan bersama di satu tempat. Aku merasakan kebersamaan dan kekeluargaan.
Selama dua hari ini kami di tuntut untuk menjaga etika, inisiatif dan kekluargaan. Ini baru haru kedua, masih ada hari-hari berikunya. Aku berharap aku dan teman-teman lainya masih tetap sehat dan mampu melewati Pendidikan Dasar ini sampai hari terakhir.

Senin, 6 Feb 2012
Kami bangun kesiangan, segalanya jadi berantakan, kami di buru waktu, sampai akhirnya pelatih datang kami belum selesai mem-packing barang-barang, tidak ada toleransi kami pun diberi hukuman. Hari ini kami akan melanjutkan pengaplikasian materi rock climbing. Kami memanjat memanjat tebing yang berada tidak jauh dari Negeri Suah itu, tepatnya aku tidak tahu. Sekitar pukul 10.00 wib kami memulai pemanjatannya.
Setelah selesai rock climbing, kami beristirahat sejenak kemudian melanjutkan pengaplikasian materi arung jeram. Kami di ajari bagaimana berenang jeram, awalnya takut tapi setelah dilalui ternyata tidak terlalu menakutkan. Kami melakukan berenang jeram kira-kira sekitar pukul13.30 sampai 16.00 wib. Lumayan melelahkan, pada saat berenang jeram kami banyak melakukan kesalahan, karena itu merupakan kali pertamnya kami melakukan hal itu. Hari ini tidak ada perjalanan tapi kegiatan yang kami lakukan seharian cukup sangat menguras tenaga.

Selasa, 7 Feb 2012
Seperti biasa, bagun pagi pukul 05.00 wib kemudian berolahraga. Hari ini kami melanjutkan perjalanan dan pengaplikasian materi navigasi. Perjalanan pun dimulai pukul 08.10 wib. Kami menyebrang sungai yaitu dengan menyebrang basah menuju Ketaruman, arus sungainya begitu deras, beberapa di antara kami hanyut dan di rescue.
Perjalanan pun dilanjutkan dengan terus melihat peta dan kompas. Medan yang kami laui terjal dan curam. Ternyata menentukan arah itu cukup rumit, salah jalan bisa tersesat, apalagi kalau sampai tidak punya peta dan kmopas. Sekitar pukul 17.00 wib kami sampai di puncak Ketaruman, pemandangannya begitu indah, kami bisa melihat desa-desa yang kami lalui, tapi sayangnya sesampainya disana kami malah diberi hukuman, pelatih mengungkit-ungkit masalah menyebrang basah di sungai tadi, tapi tidak apa-apa karena kami memang salah. Lalu kami turun untuk mencari tempat beristirahat.
Semoga perjalanan besok tidak begitu sulit, jadi kami bisa berjalan cepat dan tidak kena hukuman.

Rabu, 8 Feb 2012
Hari ini kami lebih sigap. Sekitar pukul 08.00 wib kami apel pagi dan melanjutkan perjalanan ke koordinat 1103, kami tiba disana pukul 11.30 wib kemudian kami berjalan dan beristirahat di dekat sungai pukul 12.15 wib. Setelah itu kami disuruh untuk mengeluarkan semua logistik karena kami akan melakukan pengaplikasian materi survival. Sekitar pukul 17.00 wib kami sampai di tempat yang dituju, disitu kami disuruh untuk mencari makanan - masak dan membangun shalter. Kami hanya menemukan tumbuhan palem dan bambu muda. Suasana didalam hutan seperti orang primitif dan kekurangan makanan membuatku sedih. Pukul 20.00 wib kami makan malam dan tidak lama setelah itu dansis datang, kami curhat dan diberi nasihat lalu tidur.

Kamis, 9 Feb 2012
Hari keenam Pendidikan Dasar Mapala UMSU. Kami bangun pukul 10.00 wib. Ternyata kami tidak dibanguni dan tidak berolahraga, itu berarti tidak ada perjalanan, kami akan berada di tempat itu untuk beberapa hari. Badanku terasa lemas, mungkin karena hanya makan sedikit.
We will survive !!
Baru kali ini merasakan hal seperti ini, perasaan bercampur aduk ; capek, bosan tapi harus tetap bertahan, karena kami bukanlah orang yang mudah patah semangat, walau sampai sebulan lagi pun dalam kondisi survival seperti ini kami akan tetap bertahan.
Pukul 13.00 wib kami sudah harus selesai masak makan siang tetapi kami baru menyelesaikannya pukul 14.00 wib. Untuk menghidupkan apinya saja butuh waktu apalagi mencari makanan dan tempat untuk memasaknya. Jadinya kami telat sejam. Pukul 16.00 wib, kami membuat trap dan membuat air. Sedikit susah karena aku tidak mengerti cara membuat trap, sampai akhirnya pelatih datang dan menanyakan cara kerja trapnya saja. Kami diberi waktu sampai pukul 20.00 wib untuk benarin shalter kami yang di anggap kurang  safety oleh pelatih, mengambil air menggunakan kondom,memasak dan makan malam. Rasanya waktu yang diberikan tidak cukup, kami pun bergegas melaksanakannya. Pada saat benarin shalter, tanganku ketancep duri yang besar, spontan aku menangis dan kesal. Hari yang menyebalkan, aku benci keadaan tertekan dan penuh emosi seperti ini, ingin cepat-cepat pulang.

Jumat, 10 Feb 2012
Pagi pukul 05.30 wib, kami bangun lalu berolahraga, kemudian kami sarapan. Pukul 09.00 wib kami packing, hari ini kami melanjutkan pengaplikasian survival, kemarin itu merupakn survival statis, kali ini kami akan melakukan survival dinamis. Kami berjalan diantara kebun-kebun warga, kami mengambil buah-buahan dan tumbuhan lainnya yang bisa dimakan, kami mengambil daun singkok, pakis, dan batang pisang yang muda. Kami terus berjalan sampai desa terdekat, kemudian kami berhenti isoma di jambur desa tersebut. Bahan-bahan yang kami dapatkan selama perjalanan tadi menjadi menu makan siang kami. Kami mencampu semuanya dan memasaknya. Kami makan dengan lahap, karena kami semua sangat kelaparan. Setelah itu, kami melakukan pengaplikasian materi Sosial Pedesaan, yaitu mendata desa dan berinteraksi dengan warga. Pada saat berinteraksi dengan warga kami di beri beras dan buah duku oleh warga, alhamdulilah bisa jadi makanan nanti malamnya. Waktu menunjukan pukul 17.00 wib, kami dikumpulkan untuk beristirahat dan membangun bivak. Tiba-tiba hujan turun deras, kami kehujanan, kami mengigil, aku menangis. Derasnya hujan memperlambat kami membuat bivak. Aku tidak dapat berbuat apa-apa, tanganku yang terkena duri itu bengkak, tidak bisa di gerakin, aku terus menangis, lalu kami memutuskan untuk beristirahat sebentar di bawah matras, menggu hujan reda, kemudian melanjutkan membuat bivaknya lagi. Aku merasa kejadian malam ini hal yang paling terberat yang kami lalui selama bebrapa hari ini.

Sabtu, 11 Feb 2012
Hari kedelapan Pendidikan Dasar Mapala UMSU. Sesuai instruksi seperti setiap harinya, bangun pagi, berolahraga, packing, sarapan pagi dan bersiap-siap melanjutkan perjalanan berikutnya. Kami selesai lebih awal, pelatih tidak kunjung datang, kami terus menunggu sambil berjemur mengeringkan baju yang kami pakai selama tujuh hari tanpa berganti di badan itu. Baru kali ini pelatih lama sekali datangnya tidak sesuai dengan waktu yang biasa, setelah setengah jam menunggu pelatih tiba, dan kami melanjutkan perjalanan kembali.
Sepertinya jalan yang kami tempuh sangat jauh, kami terus berjalan – istirahat sejenak, berjalan lagi, jalan dan terus berjalan sampai aku merasakan sakit di kakiku, baru hari ini aku merasakan kakiku sakit saat berjalan, aku berjalan sambil menangis diantara hujan yang turun, tak ada yang tahu, tapi aku yakin semua teman-teman juga merasakan apa yang aku rasa. 
Ingin menyerah tapi aku malu untuk menyerah.
Hari mulai malam, kami beristirahat. Mendirikan bivak di hujan yang deras. Kemudian tidur dengan baju yang basah.

Minggu, 12 Feb 2012
Aku sudah tidak tahu lagi kami berada dimana, waktu berjalan sangat lambat, setiap harinya kami melakukan kegiatan dan perjalanan. Aku sudah tidak mencatat lagi kegiatan yang kami lakukan hari itu, badanku remuk redam, aku mulai kelelahan, tidak tahu sampai kapan ini semua berakhir. Sampai pada suatu malam, saat kami beristirahat, kami di bangun kan dengan paksa, terburu-buru packing barang dan berlari-lari menuju suatu tempat. Aku mulai menyadari bahwa kami berada di Sibolangit. Sepertinya ini malam terakhir kami, terlihat banyak senior, dilakukannya upacara dan ternyata benar, malam itu adalah malam pelantikan kami.

9 orang Anggota Muda MAPALA UMSU angkatan XVIII dengan nama angkatan 
" CAKRA NAVA"
  • Sutriadi
  • Shinta Ayu
  • Rina Mariati
  • Chintia Dewi Sukri
  • Ayu Masria
  • Wahyu Handoko
  • Jepriansyah
  • Sri Wulandari
  • Abdul Rahim Harahap










Tidak ada komentar:

Posting Komentar